Kamis, 09 April 2015

AYO KE SAWAH

AYO KE SAWAH
Jalan-jalan tidak harus mahal

Salah satu hobby kami jika hari minggu adalah jalan2 ke alam bebas. Kadang2 ke hutan, gunung, pantai maupun anjangsana ke teman dan saudara. Namun sesekali jika sedang bosan dan keuangan menipis..hehehe, kami mencari alternatif yg murah meriah asal kebersamaan bersama keluarga tetap bisa berjalan. Pilihannya adalah rekreasi ke sawah, bisa sawah sendiri atau sawah orang yg penting menarik...wkwkwkwk.

Rekreasi ke sawah bisa mengenalkan anak2 tentang tanaman, profesi petani dan sekaligus memberitahu mereka bagaimana ayahnya bekerja setiap hari. Mereka sangat senang dengan kegiatan yang satu ini. Bisa ikut memanen sayur, mencari ikan di saluran irigasi bahkan mandi di sungai. Akan lebih afdol jika rekreasi ke sawah sambil membawa bekal makanan. Suasana makan siang di gubuk  tengah sawah  sambil diiringi hembusan angin pasti sangat menarik.


Mungkin yg perlu diperhatikan adalah keamanan saat bermain-main di sawah. Pematang yg sempit dan licin kadang2 membuat anak2 kota mudah terpeleset dan jatuh. Tapi, itulah seninya....mungkin mereka akan meringis kesakitan dan menangis. Setelah itu akan kembali tertawa-tawa dan berlari kembali dalam dunia mereka yg mengasyikkan.


Senin, 06 April 2015

AIR TERJUN COBAN RONDO

Pujon - Malang

Kebetulan ada meeting di kantor kediri pas anak2 liburan sekolah, akhirnya sekeluarga ikut semua...hehehe. Destinasi wisata kali ini adalah air terjun Coban Rondo yang berada di kecamatan pujon kabupaten malang. Tempat ini mudah sekali ditemukan, dari kota wisata batu kita meluncur saja ke barat jurusan ke kediri. Setelah melewati wilayah perbukitan "payung" yg terkenal dgn warung2 jagung bakar dan sate kelincinya, kita akan melewati gerbang keluar dari kota batu dan masuk wilayah kota malang tepatnya pujon. Dari gerbang tersebut sekitar 100 meter ada pertigaan, ke kanan arah pujon/kediri, sedangkan ke kiri ke arah air terjun coban rondo. Patung sapi perah ditengah pertigaan bisa dijadikan patokan.


Wisata ini berupa air terjun dan taman bermain serta bumi perkemahan. Pertama masuk kita akan disambut hutan pinus, kemudian taman bermain lalu bumi perkemahan dan terakhir paling pojok adalah air terjun. Bagi yg ingin bermalam tidak perlu kuatir. Ada dua penginapan didalam area coban rondo, yang pertama milik swasta dekat loket masuk dan satu lagi milik perhutani di dekat bumi perkemahan. Tarif juga tdk terlalu mahal antara 100 s/d 250rb.  Jika ingin lebih terasa suasana petualangannya boleh juga kok kemping. Sepertinya kami akan coba lain waktu :)

 Di air terjun ini kawanan monyet cukup banyak, namun tidak perlu kuatir dan takut, sepertinya sudah terbiasa dengan kehadiran pengunjung. Yang unik kelompok dan jenis monyetnya ada dua macam, yang satu berwarna abu2 seperti biasa digunakan di pertunjukan topeng monyet dan satunya berbulu merah kecoklatan. Bahkan area kekuasaan mereka juga terpisah, dibatasi oleh aliran sungai dari air terjun coban talun. Yang abu2 di sebelah kiri sungai, yang coklat di kanan sungai


 Mitosnya sih, kalau lagi pacaran dilarang kesini karena akan putus ditengah jalan. Hehehehe....gak percayalah, mungkin saja waktu di coban rondo si do'i malah ngelirik pengunjung yg lain. Bubar deh..wkwkwkwk. Ada sih sejarahnya, ditulis dan dijelaskan di papan pengumuman. Cuman saya gak terlalu merhatikan. So silahkan baca sendiri kalau kesana ya. Namun seperti di semua tempat wisata khususnya di alam bebas, kita harus tetap menjaga etika dan sopan santun. Saya merasa bahwa di coban rondo ini aura mistisnya terasa banget. Ya..namanya saja hutan bro......


Apa lagi ya...? O iya, untuk yang suka kuliner wajib coba sate kelinci dan jagung bakar di area wisata ini. Selain itu ada permainan arung jeram menggunakan ban, paint ball, ATV dan lain2. Lumayan lah untuk penggemar wisata alam dan yang ingin memperkenalkan alam buat anak2........



Jumat, 03 April 2015

PULAU MERAH BANYUWANGI

Red Island - Banyuwangi - East Java

Ah...kembali ke banyuwangi, entah mengapa kota di ujung timur pulau jawa ini selalu mempunyai tempat tersendiri bagiku. Mungkin dulu pernah naksir gadis banyuwangi kali ya...hahahaha. Kembali ke laptop ! Tujuan kami kali ini adalah pantai pulau merah, atau yg biasa dikenal di media massa dengan Red Island Beach. Kami berangkat dari bondowoso melalui jalur selatan, tepatnya Bondowoso - Kalisat - Garahan - Gumitir - Kalibaru - Genteng - Jajag - Siliragung - Pulau merah.
Perjalanan mulai menarik saat masuk wilayah garahan jember, di sepanjang jalan banyak warung2 penjual nasi pecel khas garahan serta mulai masuk area hutan pinus serta kopi rakyat. Setelah garahan, kita melewati gumitir, dimana harus lebih hati2 karena jalan mulai berkelok dan menanjak. Setelah melewati gumitir, kita akan disambut oleh patung penari gandrung, tanda bahwa kita telah masuk wilayah kabupaten banyuwangi.


Kecamatan pertama adalah kalibaru, kecamatan dengan nuansa perbukitan yg sejuk dan indah. Terus saja ke arah genteng. dari traffic light genteng belok kanan ke arah jajag. Jalanan aspal relatif mulus dan lancar jaya. Sampai di Jajag, kami putuskan untuk beristirahat sejenak dan bermalam di hotel new surya. Lumayan juga hotel ini, dengan tarif 80rb s/d 550rb kita mendapatkan tempat yg bersih, tenang dan makan pagi gratis..... Jajag sendiri menarik untuk kita eksplore, kalau yg suka kuliner, coba warung2 di area terminal jajag. Menunya lengkap dan penjualnya rata2 perempuan dan masih muda2...haduuhhhh.
 


Ok, perjalanan kita lanjutkan di pagi hari. Dari hotel kita menuju ke arah kecamatan silir agung. Patokannya trafific light setelah terminal jajag, belok saja ke kanan. Jalanan aspal mulai turun kelas, jadi agak sempit dan tidak semulus sebelumnya...hehehe.  Setelah sampai di kecamatan silir agung akan akan lebih sering terdapat petunjuk arah menuju pulau merah. Tidak perlu kuatir tersesat. 


Sampai juga pulau merah, untuk masuk kita dikenai restribusi kalau gak salah Rp 5000 (maaf lupa). Ternyata pulau merah ini lokasinya unik, pantai tapi tersambung dengan bukit dan hutan, sehingga hawa udara relatif sejuk karena banyak pohon2 besarnya. Wooww...hamparan pasirnya panjaang dan bersih. Semogalah tetap terjaga seperti ini.  Kalau cuma pantai kuta kayaknya lewat deh...hehehe maaf bli. Hanya karena disini adalah pantai selatan, otomatis ombaknya relatif besar. Jadi yg bawa anak kecil mohon lebih dijaga, jgn sibuk selfi2 sendiri...... :)


Pantai ini cocok untuk berselancar atau surfing, beberapa wisatawan lokal dan manca terlihat sibuk membawa papan selancar dan menikmati sensasi ombak pantai yg memang besar dan sambung menyambung. Di area pulau merah juga terdapat banyak warung2 makan dan jajanan hingga penginapan2 baik berupa rumah maupun cottage yg dikelola oleh warga sekitar. O iya, coba juga durian lokal disana, dijamin mak nyus......duriannya kecil2 tapi manisnya luar biasa. Kalau beruntung kita juga akan menemukan durian merah yg terkenal itu. Untuk makanan khas, tdk ada yg lain.....ayam pedas banyuwangi.


Tunggu apa lagi, rencanakan segera untuk menikmati pesona Pulau Merah Banyuwangi. Enjoy your trip.....

Senin, 30 Maret 2015

TAMAN NASIONAL BALURAN

SAFARI AFRIKA ALA INDONESIA

 Sebenarnya rencana kami untuk mengunjungi ke Taman Nasional Baluran kami putuskan mendadak, sehari sebelum berangkat atau tepatnya hari sabtu...hehehehe. Taman nasional ini terletak di wilayah Kab. Situbondo dan berbatasan dengan Kab. Banyuwangi. Kalau pergi ke Pulau Bali lewat jalur utara jawa, pasti melewatinya. Mungkin yg perlu diperhatikan jika kita menggunakan kendaraan pribadi adalah jalur hutan baluran, setelah melewati kota situbondo. Sepanjang 20 km kita akan melewati jalan raya di tengah hutan tanpa ada pemukiman, SPBU maupun pertokoan. So, perlu perbekalan dan persiapan yg cukup.


Kami sempat tersasar saat mencari gerbang masuk Taman Nasional Baluran. Gak jauh sih, paling kebablas 5 KM tapi cukup membuat jengkel karena sampai memasuki wilayah Kab. Banyuwangi. Patokan paling mudah adalah setelah melewati hutan baluran sepanjang 20 km, dan kita menemukan peradaban kembali berupa perumahan, nah disitulah gerbang TNB. Tepatnya kiri jalan dari arah Kab. Situbondo.


Tiket masuk berapa ya....? Sorry gak ngamati. Kemarin kami berempat (2 dewasa + 2 anak) plus mobil Daihatsu Xenia kena tarif Rp 40.000,-. Sekedar info, di tempat pembelian tiket hanya ada kantin karyawan dan itupun pas tutup....hahahaha apes. Jadi lebih baik bawa bekal sebelum masuk area TNB. Perjalanan dari pos tiket ke padang Savana Bekol kurang lebih 15 KM dengan jalan berupa aspal kasar dan makadam. Jarak itu kami tempuh sekitar 1 jam :)

Savana Bekol adalah tempat berupa padang rumput habitat banteng, rusa dan hewan2 lain. Disini terdapat kantor, pesanggrahan, toilet, perumahan karyawan dan menara pengawas yg ada di ketinggian. Saya gak tahu, apa pesanggrahannya bisa disewa untuk bermalam, cuma sekilas kok sepertinya tidak terlihat ada petugas dan pelayanan yg optimal ya...padahal hari minggu. Kami kebetulan datang siang hari, hingga para banteng banyak yg berteduh dibawah pepohonan. Informasinya sih, kalau ingin mengamati banteng dan rusa sebaiknya menjelang subuh........

Dari Savana Bekol kita bisa meneruskan ke Pantai Bama sekitar 2 KM  perjalanan. Nah, selama menuju pantai bama pemandangan sudah berbeda. Hampir mirip kondisi di afrika, kok tahu? Iyalah seperti di tayangan Nat Geo...xixixixi. Iklim mikro berbeda banget, panas dan vegetasi didominasi perdu dan pohon2 yg tidak terlalu tinggi serta hutan palm yg eksotis. Sepanjang perjalanan kita akan banyak berpapasan dengan kelompok monyet yg mempunyai wilayah masing2. Bisa memberi makan sih, tapi usahakan dari dalam mobil saja. Soalnya kuatir dikeroyok......hahaha


Pantai Bama lumayan bagus, hanya sampah pengunjung tetap jadi masalah klasik, selain kawanan monyet yg banyak dan mendekat setiap ada pengunjung yg mengeluarkan makanan. Ada mangrove trail yg menarik juga. Kita akan diajak menyusuri hutan mangrove dan akan berakhir di lautan yg jernih, tenang dan banyak ikan. Sayang gak boleh mancing....

Info dari teman, di sini juga terdapat spot2 diving yg cantik dan tidak kalah dengan Pulau Menjangan- Bali. Untuk yg hobi diving bisa menghubungi petugas setempat untuk persewaan alat dan guide/buddy.

Secara umum, Taman Nasional Baluran cukup menarik untuk didatangi dan dijadikan wahana wisata pendidikan buat anak2. Namun akan lebih baik jika fasilitas umum seperti toilet, penginapan dan akses jalan lebih diperbaiki. O ya...mestinya informasi berupa leaflead, brosur informasi dan peta bisa diperbanyak dan disebar untuk pengunjung  untuk mempermudah.


So....kalau ingin merasakan safari afrika ala indonesia, datang saja ke Taman Nasional Baluran - Situbondo - Jawa Timur. 
Hubungi saya, jika anda butuh informasi dan bantuan.